Cinta seperti pisau yang
mencabik-cabik hati
Dia menggoyahkan pendirian
Dia merobohkan mimpi
Dan perihnya ciptakan
lara yang mendalam
Sulit terlepas dari
jeratnya
Hati seperti terpenjara
dalam jiwa yang bisu
Hingga lamunannya
ciptakan kebekuan fikir
Raga ini seperti mati
rasa
Dan tak mau beranjak dari bayang-bayang hitam
Ingin pun slalu tergenang
air mata
Dan masa lalu jadi
pelabuhan hayal
Dia berandai-andai,
Dan slalu berandai-andai
Tanpa disadari, diamnya
meruntuhkan hati
Dan hanya ada satu jalan
tuk keluar
Dan itu adalah pemahaman
cinta itu sendiri
Seberapa besar dia
berarti ?
Seberapa pantas dia
dinanti ?
Jika kamu sedang bermain dan bercanda dengan sang luka, apa yang ada dibenak mu sob? Tuntunya sobat semuanya punya persepsi yang berbeda-beda.


0 komentar:
Posting Komentar